WILD WEST WAHABI

LUCUTI KEDOK SALAFI PENJAJAH HARAMAIN PEMBENCI AHLUL BAIT

Syekh Kaum Munafik Akhir Zaman

Posted by administrator www pada Juni 27, 2007

Adalah seorang lelaki yang ilmunya lebih besar daripada otaknya (baca: akalnya). Ia memusyrikkan siapa saja yang menggunakan akal dalam memahami ajaran Islam. Ia menyerupakan Allah SWT dengan dirinya sambil memperagakankan bagaimana istawa dan turun ke langit dunia seperti ia duduk bersila dan turun dari mimbar. Puncaknya, ia mengakhiri hidupnya sendiri ketika dipenjara. Begitulah, ia telah tersesat dalam kesesatan!!!

Walaupun demikian, dengan kedunguan dan kemunafikannya sebagai pembenci Ahlul Bait, ia punya pengikut. Mereka mengagungkannya dengan sebutan Syekhul Islam, dan memandang Manhaj as-Sunnah bak sebuah kitab suci yang dijadikan ukuran beragama.

Kalau kita kaum muslimin mengagungkan Rasulullah saaw dan keluarganya yang suci, misalnya dengan bershalawat, mereka katakan sebagai perbuatan syirik dan pengkultusan individu, maka pengagungan kepada syekh mereka ini mereka anggap sebagai tauhid murni. Rupanya mereka tidak bisa membedakan mana Tuhan mana Ibnu Taimiyah. Hanya saja mereka tidak mau berterus terang dan terus menerus berlagak pintar dan menipu manusia.

Kebanyakan “kaum abangan” di Indonesia yang sangat awam pada Islam menjadi mangsa mereka dan kemudian diandalkan dalam aksi-aksi ekstrim kekerasan mereka, seperti teror bom, kerusuhan, penyerangan, pengrusakan dan semacamnya, atas nama jihad dengan tentu menumbuhkan jenggot dan meninggikan celananya terlebih dahulu, dan kalau bisa diusahakan menghitamkan jidatnya. Bagi “kaum abangan” tersebut, hal ini lebih kurang merupakan sarana “balas dendam” kepada “kaum santri” atas cap yang mereka sandang selama ini. Jangan heran kalau mereka bertingkah laku over acting, kasar dan tak tahu sopan santun. Persis seperti syekh mereka ini yang berlagak lebih Arab daripada orang Arab sendiri. Biasa, yang palsu lebih mencolok warna dan tampilannya, dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi “kaum abangan”.

Bila kita kaum muslimin memuliakan Ali bin Abi Thalib kw baik karena keutamaan ilmu, akhlak, keadilan dan ibadah beliau, ataupun sebagai menantu Nabi, sepupu Nabi, sahabat Nabi, khalifah Nabi maupun imam sepeninggal Nabi saaw sebagaimana telah disabdakan dan diwasiatkan oleh Nabi saaw kepada ummat, maka kebencian syekh kedunguan ini telah mengingkarinya dan merendahkannya dan dengan kesombongan serta kemunafikan bani umayah ia mengatakan: “Ali memiliki banyak fatwa yang bertentangan dengan teks-teks agama (nash)”; “Kekhilafahan Ali tidak menjadi rahmat bagi segenap kaum mukmin,…….dst”; “Ali berperang (bertujuan) untuk ditaati dan untuk menguasai atas umat, juga (karena) harta. Lantas, bagaimana mungkin ia (Ali) menjadikan dasar peperangan tersebut untuk agama? Sedangkan jika ia menghendaki kemuliaan di dunia dan kerusakan (fasad), niscaya tiada akan menjadi pribadi yang mendapat kemuliaan di akherat”; “Adapun peperangan Jamal dan Shiffin telah dinyatakan bahwa, tiada nash dari Rasul. Semua itu hanya didasari oleh pendapat pribadi. Sedangkan mayoritas sahabat tidak menyepakati peperangan itu. Peperangan itu, tidak lebih merupakan peperangan fitnah atas takwil. Peperangan itu tidak masuk kategori jihad yang diwajibkan, ataupun yang disunahkan. Peperangan yang menyebabkan terbunuhnya banyak pribadi muslim, para penegak shalat, pembayar zakat dan pelaksana puasa”.

Jika kita kaum muslimin telah jelas mengetahui dan meyakini Ali bin Abi Thalib kw adalah satu diantara Khulafaur Rasyidin, maka syekh kesesatan ini meragukan kekhalifahan beliau dan tidak mengakuinya dan dengan tipu dayanya mengatakan: “……banyak dari golongan Bani Umayyah yang mengatakan: ‘Tidak ada khalifah’”; “Sesungguhnya khalifah adalah yang mendapat kesepakatan (konsensus) umat manusia. Sedang mereka tidak memberi kesepakatan atas Ali”.

Terlalu banyak hadis-hadis Rasulullah saaw tentang keutamaan dan kemuliaan Imam Ali as untuk dapat diungkapkan semua di sini, karenanya cukup hadis berikut yang tercantum dalam shohih Bukhori – Muslim untuk menunjukkan kemunafikan Ibnu Taimiyah, syekh kedunguan dan kesesatan di atas, “Aku bersumpah atas Dzat Yang menumbuhkan biji-bijian dan Pencipta semesta, Rasul telah berjanji kepadaku (Ali), Tiada yang mencintaiku melainkan seorang mukmin, dan tiada yang membenciku melainkan orang munafik”. Sedang dalam hadis lain, diriwayatkan dari ummulmukminin Ummu Salamah: “Seorang munafik tiada akan mencintai Ali, dan seorang mukmin tiada akan pernah memusuhinya”. Dan dari Abu Said al-Khudri yang mengatakan: “Kami dari kaum Anshar dapat mengenali para munafik melalui kebencian mereka terhadap Ali”.

16 Tanggapan to “Syekh Kaum Munafik Akhir Zaman”

  1. abuabdilbarr said

    Benarkah ibnu taimiyah membenci Ali? Sebutkan buktinya, dalam kitab beliau yang mana?
    Kalau syi’ah justru yang membenci para sahabat. Dan Ibnu taimiyah adalah termasuk orang yang paling keras terhadap syiah rofidhoh dalam kitabnya Minhajus Sunnah.

  2. administrator www said

    Sebelumnya kami ucapkan selamat datang di blog Wild West Wahabi dan terimakasih atas komentarnya.

    Bukti yang saudara minta tercermin dari ucapan-ucapan Ibnu Taimiyah sendiri dalam bukunya Minhaj as-Sunnah seperti telah dinukil dalam tulisan itu.

    Bukti lainnya adalah seperti perkataan saudara sendiri bahwa Ibnu Taimiyah termasuk orang yang paling keras terhadap Syiah yang oleh para pembencinya dijuluki rofidhoh.

    Sepengetahuan saya, Syiah adalah sebutan untuk orang2 yang mencintai dan mengikuti Imam Ali bin Abi Thalib as.

    Apakah bukan dusta besar bila seseorang mengklaim dirinya mencintai Imam Ali as tapi pada saat yang sama membenci pencinta dan pengikut beliau (baca: Syiah)?. Dan, apakah bukan perkataan batil bila dikatakan bahwa Syiah membenci para sahabat?, kecuali tentu saja bila yang berkata itu mengeluarkan Imam Ali as dari jajaran sahabat Rasulullah saaw.

    wassalam

  3. Aris said

    Saudara2 ku untuk apa sih saling melontarkan cerita atau berita atau tulisan agar menunjukkan suatu kelompok muslim membenci kelompok muslim lainnya kemudian menggiring pembaca agar menganggap salah kelompok yg itu.

    bagi saya jelas apapun mashab/alirannya/syaikhnya dsb bila lebih mengutamakan kebencian dari pada ukhuwah maka dia masih mempunyai kesalahan yg besar sekali

    katanya pengikut rasullullah maka:
    apakah pernah Rasulullah membenci para sahabatnya? apalagi mencaci maki

    apakah pernah beliau membenci Abubakar, Umar, Usman, Ali?

    Pernahkah denger para sahabat nabi tersebut saling mencaci?

    Apakah iya saudara2 syiah mencaci para sahabat selain Ali? kalau iya saya kok ragu mereka mencintai dan mengikuti Imam Ali. Gimana kira2 reaksi Imam Ali kalo mendengar ada sekelompok kaum yg menyatakan mengikuti dia dan memcaci maki para sahabat nabi yg lain?

    Ada lho kelompok agama lain yg menyatakan mencintai dan mengikuti seseorang terkemuka didunia dan di akherat tetapi saya yakin kecintaan dan ajaran yg diterapkannya tidak sesuai dengan yg dikehendaki oleh orang terkemuka tersebut.

    mungkinkah kita bisa dibilang mengikuti Rasullullah dengan mencaci maki umatnya yg tidak sealiran dengan kita – meski sama2 berikrar tidak ada tuhan selain Allah dan Muhamad adalah utusan Allah tidak ada lagi nabi/rasul setelahnya?

  4. gepeng said

    Buat: mas abuabdilbar

    Benarkah ibnu taimiyah membenci Ali? Sebutkan buktinya, dalam kitab beliau yang mana?

    JAWABANNYA ADA DI BLOG YANG KHUSUS MENGKAJI PEMIKIRAN IBNU TAYMIAH YANG NYELENEH DAN SIKAPNYA YANG MEMBENCI SAYYIDINA ALI ra. KAYAKNYA ANDA BELUM MENGENAL BETUL SIAPA IMAM ANDA ITU…

    NAH COBA DATANG KE BLOG INI:

    “INILAH IBNU TAYMIAH” http://ibnutaymiah.wordpress.com/

    Saya harap anda berkunjung kesana dan cobalah berdebat dengan pemilik blog tersebut untuk membela imam anda itu, yang dilucuti abis di blog tersebut dan diungkap ketidakjujuran imam anda itu dalam menukil riwayat.

    Saya ingin melihat bantahan anda di blog tersebut.

  5. T Mulya said

    Saya setuju dengan pendapat mas Aris bahwa kita tidak boleh mengungkapkan atau membuat suatu tulisan agar suatu kelompok yang satu dibenci oleh kelompok yang lain. Tapi jangan lupa kitapun harus mengetahui secara persis dan mendalam peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam beserta para pelakunya agar kita mampu mendudukkan peristiwa2 yang terjadi secara proporsional dan jauh dari sikap apriori dan fantisme.

    Saya tertarik pertanyaan mas Aris :”Apa Nabi benci terhadap para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali ?”. Jawabannya tidak secara langsung : Nabi mencintai atau membenci seseorang atau kelompok tidak berdasarkan hawa nafsunya, kecuali apa yang telah diwahyukan-Nya (kaitkan dengan Surat An Najm?). Sementara kita tahu dalam dakwahnya Nabi menghadapi 2 musuh sekaligus, yaitu kaum kafir (nyata) dan munafik (musuh dalam selimut). Untuk kaum kafir Nabi dan para pendukungnya Nabi dan kaum muslimin gampang mendeteksinya, contoh Abu Lahab, Abu Jahal, Abu Sofyan, Muawiyah dsb. Namun untuk kamum munafik sangat sulit untuk dideteksi, mengingat mereka setiap hari berkumpul/bergaul, ngaji dan solat bersama Nabi. Saking berbahaya dan jahatnya kaum munafikin ini, sampai ada Surat khusus bernama Al Munafiqin dalam AlQuran.

    Nah kalau mas Aris mengatakan semua sahabat itu baik, tentunya tidak sesuai dengan kenyataan sejarah. Dan kalau ada kelompok/mazhab tertentu yang menganggap semua sahabat adil, menurut saya tentunya tidak sesuai dengan pernyataan AlQuran sendiri dan dalam riwayat2 baik yang ada dalam kitab2 Sunni maupun Syiah.

    Ada tolok ukur yang sangat menarik dan dianggap valid oleh mayoritas kaum muslimin untuk menandai mana orang beriman dan mana yang munafik, yaitu dengan mengacu kepada satu hadis yang berbunyi :”Tidaklah mencintai Ali kecuali orang beriman dan tidaklah membenci Ali kecuali orang munafik”. Kenapa Ali dan bukan sahabat yang lain ? Hal ini menunjukkan adanya pengelompokan yang selaras dengan Surat Al Munafiqun diatas.

    Saya tidak bermaksud dengan hadis tsb mau membela sesuatu mazhab/kelompok tertentu, hanya ingin mengingatkan bahwa tidak semua sahabat itu adil/baik dan mendukung Nabi. Dan tidak semua kelompok Islam/ulama itu adil.

  6. abdul Azam Al jihadi said

    assalamualaikum ya antum sekalian.
    mungkin lebih layak antum berintropeksi diri dari pada saling hujat apalagi maslah yang bersangkutan dengan fatwa atau kata-kata syekh ibnu taimiyyah karena paling tidak antum harus berterimakasih pada beliau .
    apakah semua orang yang membenci syiah selalu di artika membenci sayyidina Ali.Ra. apakah ada bukti-bukti otentik yang menyatakan bahwa ali meridho’i syiah.
    kembali kita kenang peristiwa karbala!! apakah para kaum syiah menjaga imam husein dari kejaran pemerintah?? toh ternyata juga tidak. mereka jelas meninggalkan imam husein dan membiarkan sang imam terpenggal kepalanya.

    Lebih baik antum-antum sekalian mengurusi ummat antum sendiri biarlah yang menjadi perdebatan di biarkan apa adanya tanpa harus diiringi hujatan.
    wassalam

  7. Makhfud said

    Rasulullah bersabda yang maksudnya: “senantiasa ada sebuah thoifah yang mendzohirkan kebenaran dan tak dapat dihancurkan oleh musuh2nya sampai datang ketentuan Allah”

    Wahai Tuhan…datangkanlah pemimpin penyelamat yang akan menyelesaikan segala permusuhan ini.
    http://whasid.wordpress.com/2007/08/30/tanda-kedatangan-pemimpin-akhir-zaman-3/

  8. saya said

    “Apakah bukan dusta besar bila seseorang mengklaim dirinya mencintai Imam Ali as tapi pada saat yang sama membenci pencinta dan pengikut beliau (baca: Syiah)?. Dan, apakah bukan perkataan batil bila dikatakan bahwa Syiah membenci para sahabat?, kecuali tentu saja bila yang berkata itu mengeluarkan Imam Ali as dari jajaran sahabat Rasulullah saaw.”

    tidak ada masalah dengan pencinta Ali, tapi dengan pengikutnya? patut dipertanyakan…syiah jelas2 sudah keluar dari koridor keislaman yang diajarkan oleh Rasulullah saw. taklid terhadap Ali apa patut dibenarkan? sedangkan terhadap Rasulullah saja terlarang untuk taklid.

  9. zlyfly said

    tuk saya berkata :
    weleh weleh …tapi gimana yang taklid kepada Ibnu Taimiyahh?
    dan gimana yg taklid kepada 4 imam ?
    hehehe…hee

  10. terus dakwah akhi….
    dakwah sampai mati
    mati dalam dakwah………

  11. silahkan anda semua perang komentar, argumentasi tapi…saya jelas bisa membedakan mana ajaran yang benar.
    Kalo anda baca sejarah…kenapa sampai Ali “dikucilkan” oleh Ibn. Taimiyah. Tolong pelajari secara jujur detik-detik prosesi suksesi kekuasaan pasca meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Ketika Abu Bakar didaulat oleh Umar dan sahabat secara “sepihak” menjadi kholifah tanpa sepengetahuan Ali, itu membuat ahlul bait merasa terlangkahi..apalagi banyak hadist yang menjelaskan tentang keutamaan mengikuti Ahlul Bait. Nah..ini masalah P o l i t i k. Kemudian pertikaian ini dibawa oleh para pengikut ke wilayah ideologi, jadilah kita terkotak-kotak oleh aliran yang notabene disulut oleh pertikaian politik kekuasaan. Ingatlah politik bisa menghalalkan segala cara. Jadi, jangan terpancing untuk memusuhi saudara kita seiman hanya karena beda sumber buku sejarah yang kita kaji. Mari kita belajar lebih bijak untuk tidak menghujat. Semua sahabat adalah orang-orang terpilih yang paling setia pada rosul dan dijanjikan masuk sorga. Kita semua apapun aliran dan golongan kita pasti juga disayangi oleh Allah. Tapi golongan yang menebarkan kebencian, apapun merknya pasti dilaknat oleh Allah. Mohon semua pembaca untuk intropeksi. Wassalam

  12. sulaiman said

    siapa ibn taimiyah ??? siapa imam ali ????

    imam ali adalah washi rasul sabda nabi: ya ali kedudukanmu disisiku seperti musa dengan harun,

    pembeda mukmin dan munafik sabda nabi: yang mencintai ali mukmin, yang benci munafik,

    panglima perang rasulallah sabda nabi: hari ini akan kuserahkan bendera kepada orang yang mencintai allah dan rasulnya serta dicintai oleh allah dan rasulnya, bendera perang itu diberikan kepada ali bin abithalib.

    menantu rasul pilihan allah sabda nabi: ya fatimah allah telah memilihkan 2 mahluk terbaik untukmu yang satu menjadi ayahmu dan yang satu menjadi suamimu,

    saudara rasul dunia akhirat. saat nabi mepersaudarakan kaum muhajirin dan anshar, semua sudah dipersaudarakan kecuali ali bin abi thalib, maka ali bertanya: ya rasulallah,bagaimana dengan aku? rasulallah menjawab; engkau sudaraku dunia akhirat.

    dan yang terpenting “imam ali” adalah 1 dari 5 orang yang disucikan oleh allah dalam surat al ahzab ayat 33.”sesungguhnya allah hendak menghapuskan dosa dan mensucikan kamu hai ahlul bait sesuci sucinya.

    nah…..itulah sedikit mengenai imam ali.

    ibnu taimiyah???

    ibnu taimiyah saudaranya muawiyah. sama sama benci imam ali
    pengikut ibn taimiyah sama dengan pengikut muawiyah. kalo gak gila kedudukan kalo gak bodo
    insya allah……ibnu taimiyah, muawiyah dan pengikut keduanya ada di satu tempat nanti di akhirat……di jahim.

    itulah perbedaan antara ali ibn abi thalib dan ibn taimiyah.

  13. GreenLank said

    Cukup dan sangat jelas siapa Imam Ali ibn Abi Thalib dan Ibnu Taimiyah. Dan satu hal lagi, bahwa yang meninggalkan Imam Hussein As. tidak bisa disebut Syi’ah. Syi’ah adalah orang2 yang berjuang bersama Imam Hussein As.

  14. Javad Al-Kadzim said

    Yang jelas Ibnu Taimiyah adalah pecinta Muawiyah. Muawiyah pencaci Imam Ali as. Jadi Muawiyah munafik (dan kafir). Pecintanya juga sami mawon!

  15. Mas Javad al Kadzim yang aku cintai-dan kita saling ber cinta.
    Masalah dengan Ibnu Taimiyah ini Bukan Karena perihal caci-men-caci.

    Ibnu Taimiyah ini telah Selonong Boy ngagetin Umat Islam lainnya dengan fatwa yang tak terurus ….begitu lho.

    Sehingga umat Islam pada kaget, …lah kok orang yang dipenjara bisa jadi penafsir Hadis dan Al-Qur’an ( lah…kok Gayus dipenjara , bisa ada di Bali nonton Tenis )..

    Yang kagetkan para Wartawan. gitu ceritanya… jadi jangan mencampur adukan antara main kelereng dengan main anggar.

    Mas ..Manusia ini lebih banyak mencaci Tuhan nya ketimbang sesamanya.Coba aja hayati ( PANAS-sialan hari ini kok panas / HUJAN- sialan baju gua kaga kering gara-gara…. Mas Javad ). wassalam ..dulu….ah.. Dagg Mas Javad.

  16. wahabi said

    gak perlu kita bertengkar soal mazhab ini hai cucuku,tenanglah,pikir yg cerdas. Gunakan akal kemanusian anda.semua udah jelas.Syiah telah tunjukkan dalil kebenaran Imam Ali as.yg harus diikuti. tinggal wahabi belum tunjukkan dalil dari rosul s.a.w.tentang Ibnu Taimiyah,Muhamd bin Abdul Wahab wajib diikuti. Jadi sudahlah….kan kita udah tau semua bahwa Wahabi Salafi itu ternyata MUNAFIQ. jadi ajari semua orang agar jauhi wahabi yg suka ngaku2 Aswaja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: