HAK MUSLIMIN ATAS HARAMAIN
Ditulis oleh administrator www di/pada Juni 22, 2007
Untuk kesekian kalinya konspirasi zionis israel, amerika dan antek mereka (baca: yaudi) membuat ulah yang mengancam kelestarian Masjidil Aqsha. Kita memang harus bangkit melawannya dengan berbagai bentuk yang mungkin kita lakukan. Namun jangan sampai energi dan perhatian kita habis hanya untuk hal tsb. Sementara mereka dengan leluasa melakukan apa yang mereka inginkan di tempat lain, misalnya menyerang Iran, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap Somalia. Dan, ini memang salah satu yang dikehendaki oleh konspirasi tsb. Sementara itu ada satu hal lagi yang selama ini memang sengaja ditutup-tutupi dan ummat Islam dialihkan perhatiannya dari masalah ini oleh konspirasi amerika, zionis israel dan antek mereka. Kalau kaum muslimin merasa Masjidil Aqsha itu milik mereka dan semuanya tanpa kecuali punya hak yang sama atas kepemilikan itu serta manfaatnya dan oleh karenanya merasa bertanggung jawab atasnya, maka lebih-lebih terhadap Masjidil Haram sikap ini mutlak harus dipunyai juga. Artinya, tidak boleh ada satu kelompok/golongan, apalagi hanya satu keluarga, yang merasa paling berhak atas Masjidil Haram (baca: Haramain, Mekah dan Madinah) dan kemudian menguasainya dan mengambil manfaatnya untuk kepentingan kelompok/golongan itu sendiri. Karenanya, pengelolaan Masjidil Haram mutlak harus dikembalikan kepada kaum muslimin sehingga seluruh kaum muslimin tanpa kecuali dapat mengambil manfaat dan keberkahan darinya.
Pengembalian hak kepemilikan atas Masjidil Haram kepada seluruh kaum muslimin merupakan satu diantara faktor ataupun prasyarat tegaknya persatuan dan kesatuan ummat Islam (ukhuwah islamiyah).
MASJIDIL HARAM ADALAH KAMPUNG HALAMAN SETIAP MUSLIM TANPA KECUALI!!! SIAPAPUN YANG MENOLAK/MENGHALANGI HAK INI MAKA DIA ADALAH MUSUH ISLAM !!!
infosyiah berkata
Salam ta’aruf,
Blog yang bagus, semoga Antum diberi kesempatan untuk memongkar kedok yang selama ini ditutupkan di wajah mereka.
Semoga sukses.
administrator www berkata
Terimakasih atas dukungannya.
Artikel/berita dapat diposting ke alamat: ibnu_ardhi@yahoo.com untuk selanjutnya akan ditampilkan di blog ini.
Sekali lagi terimakasih.
wassalam
administrator www
Kian Santang berkata
Bid’ah terbesar yang dilakukan oleh Ibnu Saud dengan sokongan ulama-ulama Wahhabi adalah menjadikan Haramain sebagai milik keluarga Saud sehingga disebut “Saudi”. Padahal Rasulullah SAAW sendiri tidak pernah menyebut kedua kota suci itu sebagai “Muhammadi” atau milik keluarga Muhammad.
Sebenarnya eksistensi klan Saudi sangat ditentukan oleh Haramain. Tanpa kedua kota suci itu, keluarga Ibnu Saud tidak ada apa-apanya. Demikian juga dengan eksistensi Wahhabi, sangat ditentukan oleh penguasaan mereka atas masjid-masjid di kedua kota suci itu. Kalau Haramain menjadi otoritas internasional yang pengelolaannya dikuasai oleh umat Islam di seluruh dunia, maka Kerajaan Saudi dengan Wahhabi-nya akan musnah.
administrator www berkata
Terimakasih atas komentarnya yang tajam mengena.
Boleh jadi hikmah dimunculkannya Imam Mahdi as kelak di Haramain dan memerangi penguasanya (baca: penjajahnya) sebelum merebut Al-Quds dari tangan yahudi adalah untuk menegakkan persatuan dan kesatuan umat Islam terlebih dahulu. Bila memang demikian halnya, maka Haramain benar2 merupakan tonggak pemersatu ummat.
heriyanto binduni berkata
setuju. kapan nih demonya
kayaknya gak pernah ada yg demo deh soal ini.
salam kenal om.
administrator www berkata
Assalamu’alaikum wr wb
Terimaksih atas komentar dan salam kenalnya. Salam kenal kembali.
Saya yakin, soal demo masalah Kepemilikan Haramain ini hanya soal waktu saja. Cepat atau lambat, insya Allah, akan terjadi. Karenanya saya sependapat apabila ada yang berkata bahwa kemunculan Imam Mahdi as didahului juga oleh kondisi yang kondusif untuk itu. Hal ini dikuatkan bahwa kelak saudi si penjajah meminta bantuan kepada kaum kafir (Amerika?).
Mari kita dengungkan bersama-sama!!!
wassalam
arifaisa berkata
Artikel ini dilaunching bulan juli tapi saya nanggapi sekarang maaf baru ketemu sih. Saya sangat setuju dg komentar dari kawan2 dan administrator, bahwa memang sudah sepantasnya kedua kota suci itu menjadi merasa memiliki oleh muslimin dan muslimat seluruh dunia, bukan hanya dimiliki oleh keluarga tertentu secara ekslusif, dalam hal ini wahabi. Maaf kadang2 tulisannya gak lengkap maklum aksesnya pakai hp, keypadnya agak lambat. Salam kenal semuanya dari samarinda
administrator www berkata
Selamat bergabung dengan blog yang didedikasikan buat membongkar kemunafikan salafi wahabi yang sekaligus anti-penjajahan mereka atas haramain.
wassalam
rudigunawan berkata
Jangan membuat propokasi,saat ini haramain sangat aman & nyaman untuk beribadah bagi ummat muslimin seluruh dunia.bayangkan kalo haramain dijaga oleh orang indonesia,kalo musim haji yang diquota 4juta jemaah, boleh jadi bisa diatur2 20juta jemaah atau lebih.atau malah ga pakai quota asal bayar.
rudi gunawan berkata
yang saya tahu kerajaan saudi merupakan penjaga/pelayan 2 kota suci, sekarang ini muslim sedunia dapat beribadah di haramain dengan aman dan nyaman.demikian juga ibadah haji. makanya jangan membuat propokasi. bayangkan kalo yamg jaga haramain orang indonesia, semuanya bisa diatur, jangan2 quota jemaah haji yang +/- 5juta diatur menjadi 20 juta atau lebih, dan ga ada yang bisa menjamin bebas korupsi. kita semua taukan yang ngurusi 200ribu aja dikorupsi, apalagi yang lebih dari itu.jadi pikir2 lagi yah kalo mau jadi pelopor.
slagordewahabi berkata
# 10
Mau bebas korupsi coba serahkan layanan haji pada negara-negara Skandinavia (negara-negara yang termasuk paling bersih korupsi). Kalau mau aman & nyaman serahkan pada negara Swiss atau Singapura.
Bayangkan
(Ini bukan provokasi lho!)